TES MINAT 2

BAB I

PENDAHULUAN

 

            Minat dalam pendidikan adalah suatu kekuatan yang membuat seseorang tertarik kepada pelajaran ataupun kreativitas yang ia miliki di bidang-bidang lain. Jika kita memiliki minat yang kuat untuk mempelajari sesuatu apapun itu, kita akan mempelajarinya dengan sungguh-sungguh dan kita akan mengerahkan pikiran, tenaga dan waktu untuk mempelajarinya tanpa adanya suruhan dan paksaan dari orang lain.

            Kita bergerak sendiri dalam mempelajarinya. Semakin besar minat kita terhadap sesuatu apapun itu, semakin terdorong kita untuk menguasainya. Yang menjadi masalah bagi kita adalah bagaimana menumbuhkan minat terhadap semua apa yang kita inginkan.

            Oleh sebab itu dibuatlah sebuah tes yang dapat menjuruskan minat kita apakah sesuai atau tidak dengan minat setiap individu, dan apabila telah melakukan tes minat tersebut guru pembimbing dapat memberikan motivasi dan pemahaman dari hasil tes minat tersebut kepada setiap peserta didiknya.

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

TES MINAT

 

  1. A.    Pengertian Minat
    1. a.       Minat ( Interest )

Minat adalah kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu.

Orang yang berminat pada suatu hal akan memberi perhatian, mencarinya, mengarahkan diri, berusaha mencapai / memperoleh sesuatu itu. (Munandir, 1995).

Minat dapat membangkitkan “power”, kekuatan, dorongan yang mengarahkan kepada optimalisasi pendakian objek tertentu. Dengan minat, seseorang dapat menghadapi hal yang berat menjadi ringan, yang jauh akan terasa dekat, pelajaran yang sulit terasa mudah.

Guilford, 1956, membedakan minat menjadi : minat vokasional menunjuk pada bidang – bidang pekerjaan.

Minat vokasional yaitu minat untuk memperoleh kepuasan dari kegiatan tertentu, misalnya petualangan, hiburan, apresiasi, artistik, ketelitian, dan lain – lain.

Minat Vokasional terdiri dari tiga faktor, yakni :

  1. Minat profesional yakni minat dan keilmuan, ekspresi aestitis (seni), dan kesejahteraan sosial.
  2. Minat komersial yaitu minat pada pekerjaan dunia usaha / bisnis, jual beli, periklanan, kesekretariatan, akuntansi dan sebagainya.
  3. Minat kegiatan fisik yaitu minat mekanik (tata kerja mesin), kegiatan luar (out door).

 

Minat juga dapat dibedakan sebagai berikut :

  1. Sekelompok orang yang suka / berminat bekerja dengan benda – benda (mesin, perkakas, tanaman di ruang terbuka).
  2. Sekelompok orang yang berminat pada pekerjaan administrasi, mengolah angka dan daata, taat pada peraturan dan cermat.
  3. Mereka yang suka bisnis dan berorganisasi, mengajak / mempengaruhi dan mempresentasikan sesuatu.
  4. Mereka yang berminat pada kegiatan sosial : mengajar, merawat komunikasi, memberi informasi, dan lain – lain.
  5. Mereka yang berminat pada kegiatan ekspresi seni, intuitif, imajinasi dan kreativitas.
  6. Mereka yang berminat pada kegiatan mengamati, meneliti, menganalisis, mengevaluasi, lebih banyak berpikir dari pada bertindak.

Sedangkan Kuder memilah minat menjadi : minat kegiatan luar (out door), mekanikal, komputasional, ilmiah, persuasif, artistik, kesusastraan, musik, pelayanan sosial, klerikal.

Catatan : minat adalah hasil belajar, artinya minat dapat berubah – ubah sesuai dengan perkembangan wawasan dirinya. Yang saat ini diminati, mungkin pada saat mendatang tak disukai lagi.

Minat  Menurut :

Crow & Crow : kekuatan individu untuk memperhatikan sesuatu / aktivitas tertentu. Bersifat pribadi dan berkembang sejak awal anak anak

Walgito : keadaan dimana seseorang mempunyai perhatian terhadap objek tertentu disertai keinginan untuk tahu.

Marx : minat sementara atau menetap, system motivasi internal, mempengaruhi perhatian.

 

B. Tes Minat

Pada dasarnya para ahli psikologi sepakat bahwa minat dipandang sebagai aspek non kognitif yang sama sekali berbeda dengan aspek kognitif. Sebagai konsekuensinya, untuk mengetahui minat seseorang digunakan instrumen (yang antara lain berupa tes) yang harus tidak mengungkap aspek kognitif, yang biasanya disebut kemampuan.

Sejarah tes minat dimulai tahun 1921 dengan diterbitkannya tes minat yang pertama, yakni Carnegie Interest Inventory.

 

  1. Penerapan Tes Minat

Pada umumnya hasil tes minat digunakan dalam 3 bidang terapan, seperti yang diuraikan dibawah ini. Perlu dicatat bahwa berdasarkan pengamatan jarang ditemui suatu hasil tes minat digunakan secara eksklusif dengan mengabaikan hasil pengukuran terhadap aspek kognitif dan aspek non kognitif yang lain, seperti :tes inteligensi, tesbakat, ataupun tes kepribadian.

Berikut ini 3 bidang terapan hasil tes minat :

1. Konseling Karier

2. Konseling Pekerjaan

3. Penjurusan Siswa

 

Macam-macam Tes Minat

Diantara berbagai tes minat, berikut ini akan diuraikan secara ringkas 5 tes minat
yang dipandang memiliki prospek penggunaan yang cerah.


1.Strong Vocational Interest Blank (SVIB)

Pertama kali dipublikasikan tahun 1927. Pada edisi tahun 1966 terdapat 399 item yang mengukur 54 macam pekerjaan untuk pria. Bentuk yang lain digunakan khusus untuk 32 macam pekerjaan wanita. Tes minat ini bertahan sampai 22 tahun. Hal ini diteliti antara lain pada mahasiswa kedokteran, ternyata minat mereka tetap tinggi setelah bekerja lama sebagai dokter (riset di Stanford).

2. SCII

Tes ini dibuat untuk mengatasi kelemahan SVIB. Bentuk untuk pria yang terpisah dari wanita disatukan dalam SCII. Studi yang impresif dilakukan untuk 437 macam pekerjaan. Terdapat 6 faktor kepribadaian yang berkaitan dengan minat, yaitu :

realistic, investigative, artistic, social, enterprising,dan konvensional. Lebih jauh dalam

SCII hal tersebut diterjemahkan menjadi :
(1). Pekerjaan                                       : 131 item (contoh item : aktris, pengacara,sekretrs)
(2). Subjek sekolah                              : 36 item (contoh item : aljabar, ekonomi)
(3). Aktivitas                                       : 51 item (contoh item : memasak, melihat, operasi)
(4). Hiburan                                         : 39 item (contoh item : memancing, tinju)
(5). Tipe orang                         : 24 item (contoh item : perwira militer, penari)

(6). Preferensi antara 2 aktivitas         : 30 item (contoh item : jadi pilot atau petugas biro

perjalanan)

(7). Karakteristik anda                        : 14 item (contoh item : sabar ketika mengajar)

 

3. Tes Kuder

Terdiri dari atas berbagai macam format/ bentuk, antara lain :
(1). Kuder Preference Record – Vocational (KPR-V)
(2). Kuder General Interest Survey (KGIS)
(3). Kuder Occupational Interest Survey (KOIS)

 

Tes Kuder yang sering digunakan di Indonesia adalah dengan bentuk KPR-V.

Kuder Preference Record – Vocational (KPR-V)

KPR-V menyajikan 10 macam/kelompok/bidang pekerjaan yang luas, yaitu :
(1). Pekerjaan lapangan (Outdoor)
(2). Meknaik
(3). Komputasi
(4). Ilmiah (Science)
(5). Persuasif
(6). Artistik
(7). Sastra
(8). Musik
(9). Pelayanan Sosial
(10). Klerikal (Sekretaris/ kantoran)

Selain 10 bidang pekerjaan itu terdapat subskala, yaitu verifikasi, yang bukan merupakan pengukur minat pekerjaan. Verifikasi digunakan sebagai cek kejujuran dan kecermatan dalam memberikan jawaban. Hal ini dapat dipahami, karena pengukuran minat (kemampuan non kognitif) memiliki kelemahan yang sukar dihindari. Yaitu kemungkinan subjek memberikan jawaban yang sebenarnya tidak cocok dengan keadaan dirinya, tetapi merupakan jawaban yang dikehendaki oleh orang lain.

Ke-10 bidang pekerjaan ditambah dengan subskala Verifikasi itu diukur melalui 168 pasang pernyataan (14 pasang x 12 halaman).

Setiap nomor pada KPR-V terdiri atas 3 pernyataan, subjek disuruh memilih 1 pernyataan yang paling disukai dan 1 pernyataan yang paling tidak disukai. Setiap pernyataan merupakan satu aktivitas dalam pekerjaan tertentu.

Waktu untuk mengerjakan pada skala yang asli hanya berkisar 30 – 40 menit, tetapi pada bentuk skala yang berbahasa Indonesia memerlukan waktu 2 kali lipat, yaitu 60 menit.

 

4. Minnesota Vocational Interest Inventory (MVII)

Dasarnya adalah 9 minat dasar seperti SVIB, termasuk mekanik, elektronik, dan

catering (pelayanan makanan).

 

      5. RMIB (Rothwell Miller Interest Blank)

Pengantar :

Menurut sejarahnya, tes tersebut disusun oleh Rothwell pertama kali pada tahun
1947. Saat itu tes ini hanya memiliki 9 jenis katagori dari jenis-jenis pekerjaan yang ada. Kemudian pada tahun 1958, tes diperluas dari 9 katagori menjadi 12 katagori oleh Kenneth Miller.

Sejak saat itu, tes minat tersebut menjadi Test Interest Rothwell-Miller
atau yang lebih dikenal dengan Tes RMIB (Rothwell Miller Interest Blank).

Hal-hal yang merupakan kekhususan dari tes ini adalah :

  • Dapat dimasukkan ke dalam susunan baterry test
  • Lebih mudah dikerjakan oleh subjek
  • Skore dapat disusun dengan lebih cepat
  • Lebih cocok diberikan untuk orang dewasa.
  • Tugas pengisian dari tes ini akan menimbulkan interest subjek dan kerjasama yang aktif sifatnya
  • Skore dapat disusun dengan lebih cepat
  • Lebih cocok apabila diberikan kepada orang dewasa
  • Hasil keseluruhan dari tes akan memperlihatkan pola interest dari subjek.
  • Tes ini disusun dengan tujuan untuk mengukur interest seseorang berdasarkan sikap seseorang terhadap suatu pekerjaan.

Hal yang didasarkan atas ide-ide stereotype terhadap pekerjaan yang bersangkutan. Pemikiran yang mendasari pembentukan tes ini adalah bahwa setiap orang memiliki konsep - konsep stereotype terhadap jenis - jenis pekerjaan yang tersedia atau yang disediakan oleh masyarakat, dan yang kemudian memilih pekerjaan yang sesuai dengan ide - ide tersebut, meskipun terdapat juga stereotype yang tidak berdasarkan ide tertentu atau tidak ada hubungannya sama sekali dengan pekerjaan yang dimaksud. Stereotype seperti ini lebih banyak mendasarkan konsepnya pada hal-hal yang menarik daripada hal-hal yang merupakan kekhususan dari pekerjaan tersebut dan keadaan semacam ini sangat memungkinkan terjadinya atau timbulnya stereotype yang benar atau salah sama sekali.

  • Misalnya saja stereotype dari pegawai bank adalah orang yang selalu berhubungan dengan pembayaran atau uang adalah benar, tetapi pendapat umum yang mengatakan bahwa pekerjaan seorang pramugari adalah pekerjaan yang penuh dengan hal-hal yang menyenangkan, seperti jalan-jalan keluar negeri, gaji besar dan sebagainya adalah tidak sesuai dengan kenyataan, seperti tugas melayani penumpang yang justru merupakan tugas pokok dari seoarang pramugari.
  • Tapi tujuan terpenting dari tes ini bukanlah hanya sekedar untuk mengetahui kebenaran dari stereotype tersebut, tetapi untuk mengetahui bahwa konsep tersebut benar - benar ada dan dapat merupakan pengaruh yang kuat terhadapa konsep - konsep seseorang mengenal suatu pekerjaan karena biasanya apabila seseorang menyatakan suka atau tidak suka terhadap suatu pekerjaan tertentu, maka mereka juga memperlihatkan sikap yang sama terhadap idenya, meskipun secara kenyataan banyak pekerjaan yang berbeda dengan konsepnya.

 

MATERIAL TES RMIB

Tes interest Rothwell Miller merupakan suatu formulir yang berisikan suatu daftar pekerjaan yang disusun menjadi 9 kelompok dengan kode huruf dari A sampai I dan dibedakan antara pria dan wanita. Masing-masing kelompok pekerjaan tertentu dengan alasan bahwa banyak pekerjaan yang dapat digolongkan menjadi satu jenis kategori.

Adapun ke 12 kategori tersebut adalah :

  1.  Outdoor

Pekerjaan yang aktifitasnya dilakukan diluar atau di lapangan terbuka. Untuk laki – laki yaitu petani, juru ukur, nelayan,dan supir. Kemudian untuk wanita yaitu ahli pertamanan, peternak, petani bunga, dan tukang kebun.

  1.  Mechanical

Pekerjaan yang berhubungan dengan mesin, alat-alat, dan daya mekanik. Untuk laki – laki yaitu insinyur sipil, montir, pembuat arloji,dan tukang las. Kemudian untuk wanita yaitu ahli kacamata, petugas mesin sulam, ahli reparasi permata,dan ahli reparasi jam.

  1.  Computational

Pekerjaan yang berhubungan dengan angka-angka. Untuk laki-laki yaitu akuntan, auditor, kasir,dan petugas pajak. Kemudian untuk wanita yaitu pegawai urusan gaji, juru bayar, pegawai pajak,dan guru ilmu pasti.

  1.  Scientific

Pekerjaan yang dapat disebut sebagai keaktifan dalam hal analisa dan penyelidikan, eksperimen, kimia,dan ilmu pengetahuan pada umumnya. Untuk laki-laki yaitu ilmuwan, ahli biologi, ahli astronomi,dan insinyur kimia industri.

  1.  Personal Contact

Pekerjaan yang berhubungan dengan manusia, diskusi, membujuk, bergaul dengan orang lain. Pada dasarnya adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan kontak dengan orang lain. Untuk laki-laki yaitu penyiar radio, petugas wawancara, sales asuransi,dan pedagang keliling. Kemudian untuk wanita yaitu sales girl, pegawai rumah mode, penyiar radio ,dan petugas humas.

  1.  Aesthetic

Pekerjaan yang berhubungan dengan hal-hal yang bersifat seni dan menciptakan sesuatu. Untuk laki-laki yaitu seniman, artis, arsitek, decorator, fotografer, dan penata panggung. Kemudian untuk wanita yaitu seniwati, guru kesenian, artis, dan penata panggung.

  1. Literary

Pekerjaan yang berhubungan dengan buku-buku, kegiatan membaca, dan mengarang.

Untuk laki-laki yaitu wartawan, pengarang, penulis scenario, ahli perpustakaan, dan penulis majalah. Kemudian untuk wanita yaitu wartawan, kritikus buku, penyair, dan penulis sandiwara radio.

  1. Musical

Minat memainkan alat-alat music atau mendengarkan orang lain bernyanyi atau membaca sesuatu yang berhubungan dengan musik.Untuk laki-laki yaitu  pianis konser, komponis, pemain organ, ahli pustaka, dan pramuniaga took musik.kemudian untuk wanita yaitu pemain organ, guru musik, komponis, pianis konser, dan pramuniaga took music

  1. Social service

Minat terhadap kesejahteraan penduduk dengan keinginan untuk menolong dan membimbing atau menasehati tentang problem dan kesulitan mereka. Keinginan untuk mengerti orang lain, dan mempunyai ide yang besar atau kuat tentang pelayanan. Untuk laki-laki yaitu guru SD, psikolog pendidikan, kepala sekolah, penyebar agama, dan petugas palang merah. Kemudian untuk wanita yaitu guru SD, psikolog pendidikan, petugas kesejahteraan social, ahli penyuluh jabatan, dan petugas palang merah.

10.  Clerical

Minat terhadap tugas-tugas rutin yang menuntut ketepatan dan ketelitian. Untuk laki-laki yaitu manajer bank, petugas arsip, petugas pengiriman barang, pegawai kantor, petugas pos, dan petugas ekspedisi (surat). Kemudian untuk wanita yaitu sekertaris pribadi, juru ketik, penulis steno, pegawai kantor, dan penyusun arsip.

11.  Practical

Minat terhadap pekerjaan-pekerjaan yang praktis, karya pertukangan, dan yang memerlukan keterampilan. Untuk laki-laki yaitu tukang kayu, ahli bangunan, ahli mebel, tukang cat, tukan batu, dan tukang sepatu. Kemudian untuk wanita yaitu ahli penata rambut, tukang bungkus coklat, tukang binatu, penjahit, petugas mesin sulam, dan juru masak.

12.  Medical

Minat  terhadap pengobatan, mengurangi akibat dari penyakit, penyembuhan, dan di dalam bidang medis, serta terhadap hal-hal biologis pada umumnya.Untuk laki-laki yaitu dokter, ahli bedah, dokter hewan, ahli farmasi, dokter gigi, ahli kacamata, ahli rontgen. Kemudian untuk wanita yaitu dokter, ahli bedah, dokter hewan, pelatih rehabilitasi pasien, dan perawat orang tua.

 

  1. 1.      ADMINISTRASI RMIB

Tes interest Rothwell-Miller (RMIB) dapat diiberikan kepada seseorang secara perseorangan ataupun masal kepada mereka diinstruksikan untuk membuat rengking dari daftar pekerjaan yang tersedia dalam formulir tes. Rengking di mulai dengan no 1 untuk pekerjaan yang paling disukai dalam satu kelompok dan berakhir dengan no 12 untuk pekerjaan yang paling tidak disukai, sesuai dengan jumlah pekerjaan yang terdapat satu kelompok.

Instruksi biasanya sudah terdapat dalam formulir sehingga bagi mereka responden yang sudah dewasa dapa di instruksikan untuk membaca sendiri kecuali untuk orang dewasa yang mempunyai intelegensi rendah. Bagi yang terakhir ini di adakan pengevualian, disebabkan karna mereka di anggap atau di ragukan kemampuannya untuk memahami maksud instruksi yang tertulis, sehingga perlu di berikan beberapa contoh untuk dapat mengerjakannya dengan tepat. Bahkan ini pun masih harus di lengkapi dengan memeriksanya setiap saat untuk mencegah kemungkinan berbuat kesalahan.

Instruksi secara mendetail adalah sebagai berikut.

  1. Pertama-tama katakan kepada mereka : “Apabila saudara sudah menerima formulir, tulislah nama, dan keterangan-keterangan lain mengenai diri saudara di kolom yang sudah disediakan di sebelah atas dalam formulir”.
  2. Sesudah beberapa saat, di lanjutkan dengan : “Kemudian bacalah instruksi yang terdapat dalam formulir tersebut” Bunyi instruksi secara tepatnya adalah sebagai berikut ”Di bawah ini akan saudara temui daftar dari bermacam-macam pekerjaan yang tersusun dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 12 macam pekerjaan. Setiap pekerjaan merukan keahlian khusus yang membutuhkan latihan atau pendidikan keahlian tersendiri. Mungkin hanya beberapa di antaranya yang saudara sukai. Akan tetapi disini sodara diminta untuk memilih pekerjaan mana yang ingin saudara lakukan atau paling saudara sukai, terlepas  dari besar kecilnya upah atau gaji yang akan sodara terima atau apakah sodara akan berhasil dalam mengerjakannya. Tugas saudara adalah mencamtumkan no. atau angka di belakang setiap pekerjaan perkelompok, mulai dengan no. 1 untuk pekerjaan yang anda sukai dan seterusnya sampai no 12 untuk pekejaan yang paling tidak disukai.

Bekerjalah dengan secepatnya dan tuliskan nomor-nomor sesuai dengan keinginan saudara yang pertama. Jangan ada yang terlewatkan.

  1. Diberi waktu lagi untuk beberapa saat, dan .. : “Ada pertanyaan?”. Untuk responden dengan intelegensi yang rendah dapat diberikan beberapa ilustrasi sebagai berikut : “Seandainya saudara mempunyai suatu daftar beberapa buah-buahan misalkan jeruk, nanas, dan rambutan. Kemudian saya tanyakan kepada saudara buah mana yang paling anda sukai. apabila saudara paling suka buah mangga maka saudara tulis no. atau angka 1 di belakang mangga, dan kemudian lebih suka nanas dari pada 2 yang lainnya, maka angka sodara tulis angka 2 di belakang nanas. Demikian seterusnya sehingga di belakang setiap nama buah terdapat angka yang menunjukan urutan dari buah-buah kesukaan saudara. Sekarang saudara sudah harus mengerjakan seperti tadi akan tetapi daftar yang terdapat di dalam formulir ini adalah daftar pekerjaan bukan daftar buah-buahan. Disini juga saudara harus memilih pekerjaan mana yang paling saudara sukai beri angka 1 di belakangannya, nomor 2 untuk pekerjaan yang saudara sukai dan demikian seterusnya sehingga semua mempunyai angaka di belakangnya yaitu no 1 sampai dengan no 12.
  2.  Apabila tidak terdapat pertanyaan maka instruksi data di teruskan, “sekarang kerjakan, dan lengkapilah formulir itu sesuai dengan instruksi tadi. Mengenai beberapa pekerjaan yang belum atau kurang saudara kenal dapat dan baca keterangannya dibagian akhir formulir ini.

Apabila saudara membuat kesalahan coretlah no. yang salah tersebut dan tulislah angka yang benar di samping angka yang salah. Saudara selesai mengerjakannya dapat mengembalikan formulir tersebut. Kemudian sesudah responden selesai mengisi atau membuat rengking kepada mereka di instruksikan untuk menulis 3 jenis pekerjaan yang di sukainya, tidak tergantung pada jenis pekerjaan yang terdapat di dalam daftar, boleh menulis pekerjaan yang terdapat dalam daftar boleh juga tidak. Waktu pengambilan tes tidak terbatas akan tetaopi biasanya seorang dewasa dapat mengerjakannya 20 menit.

 

  1. 2.      CARA SKORING RMIB

Sesudah rengking di buat oleh responden, maka hasil rengking tersebut kemudian di pindahkan ke dalam suatu kerangka yang terdapat di bagian terakhir dari formulir tes ini.

 

  1. 3.      CARA PENGISIAN RMIB

Rengking dari kelompok A di masukkan kedalam kerangka sesuai dengan aslinya. Rengking kelompok B di mulai dari kolom Me Kelompok C di mulai dari kolom Comp, dan seterusnya sehingga dalam kelompok akhir akan terdapat bahwa jenis pekerjaan yang letaknya terbawa dalam susunan daftar pekerjaan akan menjadi paling atas dalam kelompok tabulasi. Untuk jelasnya dapat di berikan contoh seperti di  bawah ini.

 

4. Interpretasi

Apabila dilihat dari raw scorenya, maka score yang rendah dapat diartikan
sebagai indikasi adanya interest yang lebih banyak dibandingkan dengan pekerjaan yang scorenya lebih tinggi.

 

 

 

 

 

C. Tes Minat Holland (By John L. Holland)

  1. Filosofi TES MINAT HOLLAND

Teori original Holland mengalami modifikasi sebagai hasil dari penelitian ulang, hal ini terbatas pada lingkungan kerja pada masyarakat Amerika (Osipow, 1983 : 83). Holland juga berefleksi tentang jaringan hubungan antara tipe-tipe kepribadian dan antara model-model lingkungan,yang dituangkan dalam bagan yang disebut Hexagonal Model dan model ini menggambarkan aneka jarak psikologis antara tipe-tipe kepribadian dan model-model lingkungan (Winkel & Hastuti, 2005 : 637). Menurut Holland suatu tipe memiliki korelasi dengan tipe-tipe lainnya, misalnya tipe realistik dekat dengan tipe investigatif di satu sisi dan dengan tipe konvensional di sisi lainnya (korelasinya 0,46 dan 0,36), sedangkan dengan tipe sosial korelasinya 0,21 (Osipow, 1983 : 83). Tipe artistik dekat hubungannya dengan tipe investigatif dan sosial (korelasinya 0,34 dan 0,42), tetapi jauh sekali dari tipe konvensional sehingga korelasinya 0,11 (Osipow, 1983 : 83). Keadaan tersebut tidak dapat disesuaikan secara tepat pada hexagon jika dimasukkan dalam ukuran skala, hal ini lebih merupakan sekedar suatu percobaan dari Holland untuk mempertalikan antara yang satu dengan yang lain (Osipow,1983 : 90).

Perkembangan tipe-tipe kepribadian adalah hasil dari interaksi-interaksi faktor-faktor bawaan dan lingkungan dan interaksi-interaksi ini membawa kepada preferensi-preferensi untuk jenis-jenis aktivitas-aktivitas khusus, yang pada gilirannya mengarahkan individu kepada tipe-tipe perilaku-perilaku tertentu

 

 

 

 

  1. 2.    Alat Administrasi TES MINAT HOLLAND

Seluruh penyajian untuk setiap bentuk sub tes tidak membutuhkan batasan waktu dalam mengerjakannya. Namun tergantung pada daya faham kelompok atau subyek. Sebenarnya dalam menggunakan alat tes minat Holland digunakan seseorang yang jenjang pendidikan SMA-dewasa

Sedangkan alat-alat administrasi yang digunakan untuk pengerjaan tes adalah : buku tes,lembar jawaban, pensil, dan penghapus (stip).

3. Intruksi TES MINAT HOLLAND

Persiapan Tes TES MINAT HOLLAND

  • Kepada subyek diberikan satu buku dan dua lembar kertas jawaban tes minat Holland. Alat tulis yang digunakan adalah sebatang pensil dan sebuah penghapus.
  • Buku persoalan tes ini berisi empat macam tes, yang cara mengerjakannya berbeda-beda..
  • Tes ini terdiri dari pernyataan terbuka tentang kondisi dan penilaian diri anda.

Pada subtes I,II,III memiliki cara menjawab yang sama, namun memiliki perbedaan cara menjawab pada subtes ke IV. Sehingga perhatikan dan pahami cara menjawabnya.

”Perhatikan lembar jawaban anda, isikan identitas diri anda dan jangan lupa tgl pemeriksaan”

“Letakkan pensil anda dan dengarkan baik-baik uraian tentang mengerjakan tes ini”

“Pada subtes I,II,III lingkari jawaban yang sesuai dengan diri anda (ya/tidak)

Kemudian pada lembar jawaban selanjutnya anda diminta untuk melingkari salah satu angka yang ssesuai dengan kemampuan diri anda, misalnya sub mekanik, anda merasa sangat tidak mampu dalam hal tersebut anda dapat melingkari antara angka 1-3.”

“Janganlah anda mengganggu teman-teman yang belum selesai mengerjakan tes ini, telitilah kembali jawaban-jawaban anda.”

4. SKORING TES MINAT HOLLAND

  1. Pada kolom sebelah kanan terdapat kolom untuk pengisian scoring, untuk pengisiannya dilihat berdasarkan jumlah benar (Y) pada setiap subtes, yang disesuaikan dengan lajur mendatar.
  2. Untuk penilaian pada setiap lajur dihitung benarnya (Y) dan kemudian dimasukkan pada kolom sebelah kanan,

contoh : pada lajur pertama, jumlah Y = 5 maka pada kolom R= 5 .Dan berlaku pada subtes selanjutnya.

  1. Setelah semua kolom pertama diisi ,tahap selanjutnya menjumlahkan setiap dua kolom menjadi satu dan kemudian hasilnya diisi ke kolom sebelah kirinya.

Contoh : R = 5, I = 3 maka R (kolom sebelah kiri) = 8. Dan berlaku pada tes selanjutnya.

  1. Perhatikan jumlah tertinggi dari setyiap subtes, kemudian masukkan nilai tertinggi dari setiap subtes ke kolom skor yang terdapat pada lembar kedua LJ.
  2. Pada subtes ‘penilaian diri’ terdapat dua kolom sebelah kanan dan sebelah kiri ,cara skortingnya adalah menjumlahkan angka yang dilingkari oleh testee diantara dua kolom tersebut.
  3. Perhatikan jumlah tertinggi dari dua kolom, kemudian masukkan nilai tertinggi dari setiap subtes penilaian diri ke kolom skot yuang tedrdapat pada lembar kedua LJ
  4. Pengisian pada setiap kolom scoring hanya dituliskan berdasarkan huruf yang memiliki nilai yang tertinggi.

5. INTERPRETASI TES MINAT HOLLAND

Dari hasil yang diperoleh lihatlah nilai yang tertinggi dari subtes “Ya atau Tidak” dengan subtest “Penilaian Diri”. Jika pada kedua subtest tersebut hasilnya sama selanjutnya perhatikan pada Hexagonal Model untuk melihat hasil Interpretasinya.

Keterangan dan Interpretasi Hexagonal of Holland

1. Tipe Realistik yang preferensinya pada aktivitas-aktivitas yang memerlukan manipulasi eksplisit, teratur, atau sistematik terhadap obyek-obyek, alat-alat, mesin-mesin, dan binatang-binatang. Tidak menyukai aktivitas-aktivitas pemberian bantuan atau pendidikan. Preferensi-preferensi membawa kepada pengembangan kompe­tensi-kompetensi dalam bekerja dengan benda-benda, binatang­-binatang, alat-alat dan perlengkapan teknik, dan mengabaikan kompetensi-kompetensi sosial dan pendidikan. Menganggap diri baik dalam kemampuan mekanikal dan atletik dan tidak cakap dalam keterampilan-keterampilan sosial hubungan-hubungan insani. Menilai tinggi benda-benda nyata, seperti : uang dan kekuasa­an. Ciri-ciri khususnya adalah praktikalitas, stabilitas, konformitas. Mungkin lebih menyukai keterampilan-keterampilan dan okupasi­-okupasi teknik.

2. Tipe Investigatif memiliki preferensi untuk aktivitas-aktivitas yang memerlukan penyelidikan observasional, simbolik, sistema­tik, dan kreatif terhadap fenomena fisik, biologis, dan kultural agar dapat memahami dan mengontrol fenomena tersebut, dan tidak menyukai aktivitas-aktivitas persuasif, sosial, dan repetitif. Contoh-contoh dari okupasi-okupasi yang memenuhi kebutuhan-­kebutuhan tipe-tipe investigatif adalah ahli kimia dan ahli fisika.

3. Tipe Artistik lebih menyukai aktivitas-aktivitas yang ambi­guous, bebas, dan tidak tersistematisasi untuk menciptakan produk­-produk artistik, seperti lukisan, drama, karangan. Tidak menyukai aktivitas-aktivitas yang sistematik, teratur, dan rutin. Kompetensi-­kompetensi dalam upaya-upaya artistik dikembangkan dan keterampilan-keterampilan yang rutin, sistematik, klerikal diabaikan. Memandang diri sebagai ekspresif, murni, independen, dan memiliki kemampuan-kemampuan artistik. Beberapa ciri khu­susnya adalah emosional, imaginatif, impulsif, dan murni. Okupasi­-okupasi artistik biasanya adalah lukisan, karangan, akting, dan seni pahat.

4. Tipe Sosial lebih menyukai aktivitas-aktivitas yang melibat­kan orang-orang lain dengan penekanan pada membantu, mengajar, atau menyediakan bantuan. Tidak menyukai aktivitas-aktivitas rutin dan sistematik yang melibatkan obyek-obyek dan materi-­materi. Kompetensi-kompetensi sosial cenderung dikembangkan, dan hal-hal yang bersifat manual & teknik diabaikan. Mengang­gap diri kompeten dalam mcmbantu dan mengajar orang lain serta menilai tinggi aktivitas-attivitas hubungan-hubungan sosial. Beberapa ciri khususnya adalah kerja sama, bersahabat, persuasif, dan bijaksana. Okupasi-okupasi sosial mencakup pekerjaan­-pekerjaan seperti mengajar, konseling, dan pekerjaan kesejahte­raan sosial.

5. Tipe Enterprising lebih menyukai aktivitas-­aktivitas yang melibatkan manipulasi terhadap orang-orang lain untuk perolehan ekonomik atau tujuan-tujuan organisasi. Tidak menyukai aktivitas-aktivitas yang sistematik, abstrak, dan ilmiah. Kompetensi-kompetensi kepemimpinan, persuasif dan yang bersifat supervisi dikembangkan, dan yang ilmiah diabaikan. Me­mandang diri sebagai agresif, populer, percaya diri, dan memiliki kemampuan memimpin. Keberhasilan politik dan ekonomik dinilai tinggi. Ciri-ciri khasnya adalah ambisi, dominasi, optimisme, dan sosiabilitas.

6. Tipe Konvensional lebih menyukai aktivitas-aktivitas yang memerlukan manipulasi data yang eksplisit, teratur, dan sistema­tik guna memberikan kontribusi kepada tujuan-tujuan organisasi. Tidak menyukai aktivitas-aktivitas yang tidak pasti, bebas dan tidak sistematik. Kompetensi-kompetensi dikembangkan dalam bidang-bidang klerikal, komputasional, dan sistem usaha. Akti­vitas-aktivitas artistik dan semacamnya diabaikan. Memandang diri sebagai teratur, mudah menyesuaikan diri, dan memiliki keterampilan-keterampilan klerikal dan numerikal. Beberapa ciri khasnya adalah efisiensi, keteraturan, praktikalitas, dan kontrol diri. Okupasi-okupasi yang sesuai adalah bankir, penaksir harga, ahli pajak, dan pemegang buku.

6. KELEBIHAN DAN KELEMAHAN

  • KELEBIHAN TES MINAT HOLLAND

- Alat tes ini arahnya sudah jelas yaitu yang terfokus pada mengukur minat seseorang.

- Dengan alat tes ini dapat diketahui karakteristik yang dimiliki oleh individu.

- Menunjuk pada taraf inteligensi yang memungkinkan tingkat pendidikan sekolah tertentu,

- Pandangan Holland sangat relevan bagi bimbingan karier dan konseling karier di institusi pendidikan untuk jenjang pendidikan menengah dan masa awal pendidikan tinggi(Winkel & Hastuti, 2005: 639).

  • KELEMAHAN TES MINAT HOLLAND

- Dalam mengerjakan alat tes Holland tesste menjawabnya dengan facking.

- Dalam menjawab alat tes Holland bisa terjadi bias dalam menjawabnya.

- Terdapat batasan usia dalam mengerjakan tes minat Holland.

- Karena banyaknya jumlah tes yang dikerjakan maka dapat menyebabkan testee malas dalam mengerjakannya.

- Dalam teori ini adalah kurang ditinjau proses perkembangan yang melandasi keenam tipe kepribadian dan tidak menunjukan fase-fase tertentu dalam proses perkembangan itu serta akumulasi rentang umur (Winkel & Hastuti, 2005: 639).

 

BAB II

PENUTUP

 

KESIMPULAN

Minat adalah kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu.

Orang yang berminat pada suatu hal akan memberi perhatian, mencarinya, mengarahkan diri, berusaha mencapai / memperoleh sesuatu itu. (Munandir, 1995).

Minat dapat membangkitkan “power”, kekuatan, dorongan yang mengarahkan kepada optimalisasi pendakian objek tertentu. Dengan minat, seseorang dapat menghadapi hal yang berat menjadi ringan, yang jauh akan terasa dekat, pelajaran yang sulit terasa mudah.

Pada dasarnya para ahli psikologi sepakat bahwa minat dipandang sebagai aspek non kognitif yang sama sekali berbeda dengan aspek kognitif. Sebagai konsekuensinya, untuk mengetahui minat seseorang digunakan instrumen (yang antara lain berupa tes) yang harus tidak mengungkap aspek kognitif, yang biasanya disebut kemampuan.

Sejarah tes minat dimulai tahun 1921 dengan diterbitkannya tes minat yang pertama, yakni Carnegie Interest Inventory.

 

Menurut Crow & Crow : kekuatan individu untuk memperhatikan sesuatu / aktivitas tertentu. Bersifat pribadi dan berkembang sejak awal anak anak.

Walgito : keadaan dimana seseorang mempunyai perhatian terhadap objek tertentu disertai keinginan untuk tahu.

 

 

 

LAMPIRAN CONTOH TES / INVENTORY MINAT

CONTOH 

TES INVENTORI MINAT

TUGAS 1 :

  1. Isilah jawaban anda pada lembar jawaban yang telah disediakan
  2. Jawablah dengan jujur dan sesuai dengan diri anda yang sebenarnya
  3. Cara menjawabnya: tulislah angka:”0”(nol) jika pertanyaan bertentang dengan keinginan anda

:tulislah angka”1”(satu) jika pertanyaan cocok atau sesuai dengan keinginan anda

No

PERNYATAAN

SKOR

1

Saya berkeinginan menjadi penyanyi

 

2

Saya suka pekerjaan membimbing  orang yang lemah

 

3

Saya senang melukis garis miring menggambar

 

4

Saya trtarik pekerjaan perawat

 

5

Saya bercita cita menjadi wira usaha

 

6

Saya berambisi menjadi dokter

 

7

Saya suka pekerjaan yang banyak behitung

 

8

Saya berkeinginan menjadi sekertaris

 

9

Saya menyenangi pekerjaan operato telepon

 

10

Saya berkeinginan menjadi wartawan

 

11

Saya berkeinginan menjadi bintag film

 

12

Saya tertarik deman pekerjaan pelayanan hotel

 

13

Saya bercita cita menjadi teknisi

 

14

Saya senang menciptakan lagu

 

15

Saya berkeinginan ,menjadi peneliti

 

16

Saya tertarik pekerjaan pustakawan

 

17

Saya punya keinginan menjadi ahli fisika

 

18

Saya berkeinginan menjadi pedagang

 

19

Saya bercita cita menjadi akuntan

 

20

Saya berkeinginan menjadi pengarang buku

 

21

Saya termasuk orang yang berkeinginan menjadi pengawas banguna

 

22

Saya berkeinginan menjadi pilot/penerbang

 

23

Saya bercita cita menjadi  pemegang buku keuangan

 

24

Saya berkeinginan menjadi seorang pengawas gempa dan gunung berpi

 

25

Saya suka pekerjaan yang berhubungn dengan marketing/pemasaran

 

26

Saya suka prkerjaan yang berhubungan dekorasi

 

27

Saya suka pekerjaan jurnalistik/wartawan

 

28

Saya suka menari

 

29

Saya tertarik pada pekerjaan yang mengasuh anak yatim piatu

 

30

saya tertarik pada pekarjaan  ketatausahaan di kantor

 

31

Saya tertarik pada pekerjaan pengadministrasian

 

32

Saya tertarik pada pekerjaa pelayanan restoron

 

33

Saya senang music

 

34

Saya suka pekerjaan mengedit suatu tulisan

 

35

Saya berminat pada bidang prfileman/drama

 

36

Saya suka kegiatan perniagaan

 

37

Saya suka pekerjaan penelitian

 

38

Saya suka pekerjaan sebagai kasir

 

39

Saya berminat padapekerjaan otomotif

 

40

Saya berambisi menjadi pengawas kehutanan

 

41

Saya suka pekerjan dengan perikananan yang berhubunga

 

42

Saya suka pekerjaan yang berhubungan denga mesisn mesin

 

43

Saya suka pekerjaan yang berhubungan dengan hitung menghitung

 

44

Saya suka pekerjaan yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan

 

45

Saya suka peerjaan yang berhubungan dengan mempengaruhi/membujuk orang lain

 

46

Saya suka pekerjaan yang berhubungan dengan alat alat kesenian

 

47

Saya suka pekerjaan yang berhubungn dengan tulis menulis

 

48

Saya suka pekerjaan yang berhubungan dengan musik

 

49

Saya suka pekerjaan yang membantu prang lain

 

50

Saya suka pekerjaan yang berhubungan adminitrasi

 

 

 

 

 

 

 

LEMBAR JAWABAN INVENTORI MINAT

 

No

Jawaban

 

No

Jawaban

 

No

Jawaban

 

No

Jawaban

1

 

 

11

 

 

21

 

 

31

 

2

 

 

12

 

 

22

 

 

32

 

3

 

 

13

 

 

23

 

 

33

 

4

 

 

14

 

 

24

 

 

34

 

5

 

 

15

 

 

25

 

 

35

 

6

 

 

16

 

 

26

 

 

36

 

7

 

 

17

 

 

27

 

 

37

 

8

 

 

18

 

 

28

 

 

38

 

9

 

 

19

 

 

29

 

 

39

 

10

 

 

20

 

 

30

 

 

40

 

 

Tugas 2

  1. 1.       Salinlah jawaban anda pada kotak dibawah ini !
  2. 2.       Jumlahkan setiap kelompok jawaban anda pada kotak yang telah disediakan

 

AHLI PERHITUNGAN

 

TATA USAHA

 

PERDAGANGAN

No

Nomor Pertanyaan

Jawaban anda

 

No

Nomor Pertanyaan

Jawaban anda

 

No

Nomor Pertanyaan

Jawaban anda

I

7

 

 

II

8

 

 

III

2

 

19

 

 

16

 

 

18

 

23

 

 

30

 

 

25

 

38

 

 

31

 

 

36

 

43

 

 

50

 

 

45

 

JUMLAH

 

 

JUMLAH

 

 

JUMLAH

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PELAYANAN SOSIAL

 

JURNALIS

 

MANDOR

No

Nomor Pertanyaan

Jawaban anda

 

No

Nomor Pertanyaan

Jawaban Anda

 

No

Nomor Pertanyaan

Jawaban Anda

IV

4

 

 

V

10

 

 

VI

5

 

12

 

 

20

 

 

15

 

29

 

 

27

Komentar :

No Komen : 4
Beli ijazah :: 30-08-2018 16:39:31
sangat baik untuk beli ijazah asli
 
No Komen : 3
hendrastvv :: 11-08-2016 10:05:32
thanks for you sharing
<a href=”http://st3telkom.ac.id/”>ST3 Telkom</a>
 
No Komen : 2
hadi :: 01-02-2016 20:42:02
ok sama2 sukses y. Amiiin doanya
 
No Komen : 1
Shaprina :: 24-12-2015 14:54:25
Sipp bgt kak Pembahasannya.
Thanks ya karna artikel ini sdh membantu tugas saya :)
Smoga kebaikan kk dibalas oleh Allah. Amin
 
Nama :
E-mail :
Web :
Komentar :
Masukkan kode pada gambar

    [Emoticon]